Nobar Film “Kapal Goyang Kapten” Bikin Ngakak Satu Studio

0
41
Foto usai nonton bareng Film Kapal Goyang Kapten bersama Mathias Muchus

TERNATE,HR—-Nonton bareng film komedi “Kapal Goyang Kapten” yang dirilis tanggal 5 September mendatang, bercerita tentang tiga perompak amatiran, Ge Pamungkas (Daniel), Muhadkly Acho (Cakka), Mamat Alkatiri (Bertus) yang terpaksa membajak sebuah kapal wisata di perairan Maluku untuk pertama kalinya, Jumat (30/8) di XXI Jatilland Mall, di penuhi para penonton dan membuat para penonton tertawa

Dimana, akibat kebodohan ketiga perampok amatiran tersebut, membuat mereka justru kehilangan hasil rampokan dan malah terjebak di sebuah pulau kosong bersama sang nahkoda, Kapten Gomgom (Babe Cabita) beserta sembilan penumpang yang mereka rampok. Perlawanan dari kubu sandera yang dimotori oleh Tiara (Yuki Kato) membuat situasi semakin rumit.

Mereka semua akhirnya terjebak di pulau tersebut dan tidak bisa keluar. Kapal mereka tenggelam. Para wisatawan tidak mau lagi menjadi sandera. Untuk bertahan hidup di pulau tidak berpenghuni, sesama wisatawan bahkan para pembajak harus saling bekerja.

Konflik – konflik tidak dapat dihindari, salah satunya sebabnya karena kehidupan yang sangat berbeda di pulau dan di kota. Ada yang sangat suka berdandan, hobi makan, sampai satu keluarga yang tidak tahu akan berbuat apa.

Film ini dibintangi aktor dan sejumlah komika dan aktor dan aktris Indonesia seperti Yuki Kato, Ge Pamungkas, Babe Cabiita, Mamat Alkatiri, Mukadkly Acho, Roy Marten, Arief Didu, Anatanta Rispo, Naomi Papilaya, Romario Simbolon, Andi Anissa, Rhyma Gembala, Yusril Fahriza dan Mathias Muchus.

Salah satu pemain Mathias Muchus saat prees conferance di XXI Jatilland Mall mengatakan sekarang industri film condong ke Indonesia bagian barat, perusahan mengambil setting di Ambon, karena dia mempunyai kelebihan terutama eksotisme geografisnya dia cantik banyak pulau. Kemudian karekater manusia berbeda, makanan unik, jadi sebuah eksplorasi cerita daerah timur khususnya Ambon sangat menarik.

“Tadi sudah terbukti dan komunikatif. Pesan dalam film ini saya kira ketika kita diisolir dalam sebuah tempat, maka sifat asli pasti keluar. Untuk menyelesaikan persoalan itu kalau mau hidup dan survive harus berkerja sama dan tidak bisa sendiri – sendiri, sehingga harus bekerja sama,” kata Mathias.

Saat disentil soal skrip makian dalam film tersebut, menurut Mathias, efeknya jadi lucu, kebetulan si Bertus orang Ambon, makanya lucu.
Sementara, untuk promosi sendiri sudah ke Padang, Palembang, Surabaya, Medan, Malang, Kediri, Manado, Ternate dan besok Ambon.
Meski begitu, untuk pemilihan lokasi senidiri, tambah Mathias, perusahan sudah mulai melirik Ternate, Ambon, Papua, NTT dan NTB. Sudah mulai masuk mereka, hanya terkendala sedikit di budget, memang transportasi jauh dari Jakarta, sehingga mengeluarkan uang jauh lebih besar, kalau perusahan besar tidak jadi masalah.

“Suatu saat pasti dilirik perusahan, Kapal Goyang Kapten Kedua? Kita lihat dulu Kapal Goyang Kapten yang pertama ini dulu, apakah bisa booming atau tidak. Kalau booming pasti bikin Kapal Goyang Kapten yang kedua. Tetapi dilihat respon tadi penonton suka,” terangnya.

Mathias menambahkan, ini diluar ekspetasi mereka, respon penonton sangat spontan dan sangat terhibur. Waktu di Jakarta ketika di putar di Jakarta tidak lucu, seperti makian disini jadi lucu.
“Kesan Ternate, ketiga kali saya ke Ternate walaupun panas, tapi saya akan kesini lagi,” pungkasnya.(nty)

Tinggalkan Balasan