Empat Warisan Budaya Maluku Utara Masuk Nominasi Dalam Daftar Kemendikbud

0
48
Wakil Gubernur Malut M Al Yasin Ali menerima penetapan empat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Maluku Utara masuk daftar nominasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI)

JAKARTA,HR—- Empat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Maluku Utara masuk nominasi dan mendapatkan lembar penetapan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud RI). Penyerahan lembar karya warisan budaya tersebut dilakukan bersamaan dengan acara Apresiasi Komunitas Budaya Indonesia di Istora Senayan Jakarta, Selasa 8 Oktober 2019.

Keempat karya yang mendapatkan penghargaan itu diantaranya adalah, adat perkawinan “Mata Tia Bakai”, seni pertunjukkan”Beka Yai” dan “Laka Baka” yang berasal dari Sula, serta kuliner halua kenari.

Wakil Gubernur Maluku Utara,  M. Al Yasin Ali mengatakan, pemberian penghargaan ini adalah bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap karya-karya anak bangsa sekaligus pelestarian dan pemajuan warisan budaya yang terdapat di Indonesia.

“Kebudayaan adalah salah satu bentuk untuk mengenali jati diri bangsa oleh karena itu melestrikan dan memajukannya adalah tanggung jawab kita bersama sebagai anak kandung bangsa ini,”ujar Yasin disela-sela acara penyerahan lembar karya warisan budaya di Istora Senayan Jakarta.

Lanjut dia, sungguh sebuah kebanggaan bagi Provinsi Maluku Utara karena pada tahun 2019 ini mampu mencatatkan empat warisan budaya tak benda.

“Untuk bisa mendapatkan penetapan karya warisan budaya dari Kemendikbud itu tidak mudah karena harus melewati berbagai syarat dan kriteria”,ungkap mantan Bupati Halteng dua priode ini.

Yasin mengaku, penghargaan yang diterima saat ini diharapkan dapat memberikan semangat juga motivasi bagi pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sula serta dinas terkait di Kabupaten kota lainnya di Maluku Utara.

“Kita harus terus bersinergi dengan para pelaku seni, budayawan dan seluruh stakeholder dalam menggali nilai-nilai budaya dan kearifan-kearifan lokal yang sarat nilai agar terus
dikembangkan dan dilestarikan,”harapnya.(red)

 

Tinggalkan Balasan