Inilah Harapan Publik Untuk DPRD Halut Yang Baru

0
13
Akademisi Universitas Hein Namotemo, Gunawan Hi Abas

TOBELO, HR— Anggota DPRD kabupaten kabupaten Halmahera Utara akan dilantik dan diambil sumpahnya pada Senin (04/11/2019).  Masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara menaruh harapan besar kepada para wakil rakyat yang akan menjalankan tugas selama lima tahun ke depan.
Berbagai catatan harapan pun disampaikan warga di Halmahera Utara terkait pelantikan 25 orang Caleg terpilih hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 lalu.
Warga berharap, para wakil rakyat itu betul-betul menjalankan tugasnya sebagai penyambung lidah dan tidak mengabaikan aspirasi masyarakat, mengingat ada sejumlah keterwakilan pemuda di kantor dewan yang terhorhormat, “Kami yakin, tokoh-tokoh pemuda yang lolos ke DPRD Halut di periode ini mampu membawa perubahan dan mengembalikan marwah lembaga DPRD seperti yang diharapkan masyarakat,” ujar akademisi Universitas Hein Namotemo, Gunawan Hi Abas. minggu (03/11)
Menurutnya, anggota DPRD Kabupaten Halmahera Utara yang baru harus tahu fungsinya sebagai seorang anggota legislatif. Misalnya, pembentukan peraturan termasuk kewenangan pengalokasian anggaran dalam APBD. “Paling penting anggota dewan harus memiliki mental dan kemauan yang kuat untuk bekerja buat masyarakat. Jangan jadi anggota dewan yang hanya duduk diam, tunggu duit, serta tidur saat sidang untuk kepentingan rakyat.” katanya.
Ia hanya menyampaikan harapan kepada para anggota DPRD yang baru dilantik agar dalam mengelola dan menjalankan fungsi-fungsi kedewanan yang diberikan oleh undang-undang dapat memenuhi ekspektasi masyarakat, “atau paling tidak, mereka tidak terlalu mengecewakan masyarakat ketika menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.” imbuhnya.
Selain itu, tambah Gunawan, anggota dewan juga harus lebih jenius dalam menjalankan konteks fungsi legislasinya, yaitu mampu untuk membuat Peraturan Daerah (Perda), Halmahera Utara lebih dominan lagi. Karena DPRD harus aspiratif, responsif, dan antispatif,  dalam arti Perda-perda yang dibuat telah mengakomodasi tuntutan, kebutuhan dan harapan masyarakat serta kepentingan yang jauh ke depan sesuai dengan kondisi sosial di Halut.” Problem yang sangat krosial di Halmahera Utara adalah persoalan dinamika sosial, ini seharusnya lebih diperhatikan pada anggota DPRD baru tersebut.” Tandasnya. (man)

Tinggalkan Balasan