Warga Keluhkan Layanan RSUD Sanana

0
511

SANANA,HR—Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana, Kabupaten Kepuluan Sula (Kepsul) makin hari makin menjadi buah bibir terkait pelayanannya yang diduga belum maksimal.
Seperti yang sampaikan Nurdin Umagapi, pasien di RSUD Sanana. Kata dia, ketika dirujuk ke RSUD, ia mengalami krisis hingga membutuhkan darah, namun pihak RSUD kini kekosongan kantung darah.
“Saya ketika masuk sangat membutuhkan darah, hanya saja rumah sakit kekosongan kantong darah,”ujar Nurdin kepada media ini.
Terkait hal itu, keluhan datang pula dari keluarga pasien, untuk pelayanan rumah sakit yang tidak maksimal, sehingga diharapk pihak pemerintah dapat memperhatikan segala kelurngan di RSUD Sanana ini.
Selain itu juga, banyak keluhan persoalan obat obatan yang kata pasien itu, sering dibeli diluar rumah sakit, pdahal di RSUD itu ad apotiknya.
Dirktur RSUD Sanana Ifan sangadji, saat di wawancarai awak media di rungan kerjanya, Sabtu (22/6), mengatakan, terkait dengan kantung darah itu masuk dalam pengadaan seperti barang habis pakai.
“Barang habis pakai itu, dengan nilai di atas dua ratus juta, maka perlu di tender oleh pihak ULP dan perlu juga di input datanya yang pastinya membutuhkan waktu sangat lama,”Jelas Direktur RSUD Sanana.
Kata Ifan, Itu salah satu kendala oleh RSUD bukan pihaknya tidak mau mengurus pengadaan, namun keterlambatan proses pengadaan hingga memiliki kekosongan kantung darah katanya.
Ifan Menambahkan setiap fasilitasi dan pengadaan barang harus tetap ada di RSUD karena itu tanggung jawabnya selaku Direktur, namun itu yang menjadi kendala saat ini.
“Pada tahun 2018 lalu masih ada sisa kantung darah, kita baru melakukan permintaan agar mengambil, sementara di tahun 2019 saat ini masih dalam proses, hinggga kekosongan seperti ini,” tandasnya.(bud)

Kepsek SMPN 2 Bantah Pungli SKHUN

SANANA,HR—Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Satap Kecamatan Sula Besi Timur (Sultim), Sahjuan Ipa, membantah berita terkait dirinya diduga melakukan pungli SKHUN kepada siswa yang sudah lulus ujian.
Kata Sahjuan, awalnya membuat rapat umum bersama orang tua wali murid, terkait pembangunan pagar sekolah hingga dirinya meminta kepada orang tua wali murid agar partisipasi satu orang Rp100.000.
Kemudian pada ratapt tersebut, semua orang tua wali murid sepakat untuk partisipasi pembangunan pasar sekolah, yakni setiap orang tua wali murid satu orang Rp.100.000 itupun diberikan secara bertahap tahap.
Bahkan yang tidak ilut berpasrtisipasi, maka dibebani untuk membawa anak pagar untuk merehab pagar diseputaran pembangunan sekolah, hal itu di setujui oleh orang tua wali murid juga.
“Jadi terkait dengan dugaan pungli hasil SKHUN itu sangat tidak benar ,karena selama ini saya tidak pernah pungli biaya SKHUN sepserpun oleh siswa yang sudah lulus, dan sejak kapan saya melakukan hal itu,” bantah Sahjuan kepada awak media di warkop Fina Gahu, Sabtu (22/06).
Ia menambahkan, ada oknum oknum tertentu yang inggin memindahkan saya dari sekolah tersebit, sehingga tidak ada cara lain maka cara ini yang di buat oleh oknum tersebut dugaan dia.
“Saya sampaikan terkait dengan pungli yang dibicarakan oleh oknum tertentu semua tidak benar, dan saya tidak pernah lakukan hal tersebut. Kemarin juga saya meminta agar dinas terkait untuk turun melihat langsung,” jelasnya.
Ia juga mengaku, mengetahui jika pungli itu ada hukumannya. Bahkan di tingkat pemecatan dan bahkan masuk penjara. Untuk itu ia sangat hati-hati.(bud)

Tinggalkan Balasan