Defisit Anggaran, Pemkot Ternate “Ikat Pinggang”

0
40
Kantor Walikota Ternate

TERNATE,HR—Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate tahun 2019, kondisi keuangan mengalami defisit yang begitu besar. Penyebabnya, kegiatan tahun 2018 tidak masuk dalam APBD 2019, sehingga harus dibayar di tahun 2019. Bahkan banyak kegiatan tahun 2018 mendahului APBD-Perubahan.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Ternate, Taufik Djauhar saat dikonfirmasi meminta Pemkot harus “ikat pinggang”. Karena dikhawatirkan, ada usulan mendahului untuk informasi adanya penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di tahun 2019.
Taufik mengatakan kondisi keuangan yang ada saat ini defisit yang cukup besar, kalau ada usulan tambahan lagi untuk penerimaan PNS, maka defisit bertambah.
“Tapi itu dari sisi kita masalah urgensi tidaknya tanya di BKPSDM,” cetusnya.
Dikatakannya, terkait informasi bahwa usulan PNS masuk pada DAU tahun 2020. Taufik mengaku belum mengetahui itu. Menurutnya, defisit sekarang sudah cukup besar diatas batas maksimal. Hal ini, karena berpengaruh dengan kegiatan di tahun 2018 yang tidak bisa dibayarkan sekitar Rp14 miliyar, selanjutnya defisit di APBD sudah Rp35 miliyar, ditambah dengan pajak negara yang akhir tahun tidak sempat setor dipakai sekitar Rp10 miliyar, belum lagi ditambah dengan mendahului sekitar beberapa kegiatan mulai dari KKN kebangsaan, embarkasi JCH dan lain- lain.
“Kondisi keuangan kita harus ikat pinggang, karena ini intinya di PAD. Kalau dana transfer pusat kan normal turun untuk bisa mengimbangi agar bisa stabil PAD-nya,” jelas Taufik.
Meski begitu, dengan kondisi yang ada melalui rapat evaluasi Walikota Ternate, Burhan Abdurrahman menekankan agar SKPD pengelola PAD harus menggenjot pendapatan dengan memanfaatkan potensi yang ada.(nty)

 

Tinggalkan Balasan