DPRD Ternate Soroti Kenaikan Harga Sewa Dhuafa Center

0
513
Gedung Dhu'afa Center Ternate

TERNATE,HR-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate menyoroti penetapan harga sewa pemakaian gedung Dhu’afa Center melalui Surat Keputusan Yayasan Bina Dhu’afa Nomor 02/YBD/VII/2019. Dimana, ini juga atas keluhan warga, lantaran penetapan harga sewa gedung, golongan I Rp10 juta untuk ASN Aktif Kota Ternate, golongan II Rp15 juta, untuk umum/lembaga/dinas/badan. Kemudian biaya charger pemakaian gedung pemasangan dekorasi Rp2,5 juta, katering Rp2,5 juta, snack ringan Rp1,5 juta.

“Jadi saya belum bisa berkomentar banyak, karena saya lagi dalam proses kroscek ke Walikota langsung. Karena gedung dhuafa center dibawa yayasan, sampai sejauh ini pun bagaimana pengelolaan dhuafa center ini yayasan yang mengelola,”jelas Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurlela Syarif, saat dikonfirmasi Selasa (16/7/2019).

Dikatakannya, secara kontribusi untuk PAD ada atau tidak ini yang belum diketahui sumber informasi ini,  tetapi fasilitas publik dan di bangun atas kontribusi publik.

“Semangat juga dari awal historikal dhuafa center ini perlahan – lahan membudayakan masyarakat melakukan kegiatan yang menggunakan ketertiban umum itu dialihkan ke konsep gedung, sehingga dhuafa center menjadi salah satu alternatif. Semangatnya kaitan dengan sosial development, ketika berjalan kami berikan apresiasi, karena ada hal positif yang bisa membantu kaum dhuafa, membantu orang yang tidak mampu. Kami apresiasi dari sisi itu, tapi kalau ada tendensi komersial, karena yang komplen ke kami ini kalangan pengusaha tenda, dekorasi, cathering, wedding organizer,” jelansya.

Menurutnya, kenaikan tarif, terus charger cash untuk dekorasi, cathering yang ada di perubahan SK itu kecenderungannya terlalu komersil, dan ini lari dari substansi awal gedung dhuafa center.

“Ini dorang pe aspirasi yang disampaikan ke saya, suapaya saya diminta berkoordinasi dengan Pemkot dalam hal ini pihak yayasan dan Walikota,” ungkapnya.

Meski begitu, Nella menambahkan sebelumnya itu harga sewa hanya berkisar Rp1-5 juta, karena dulu ia juga pernah menyewa untuk kegiatan.

“Saya pernah pake Rp2,5 juta, tidak ada charger cash untuk dekorasi. Ketika mo pake cathering langsung dengan vendornya langsung, kebijakan charger cash baru diberlakukan saat ini. Mindset pelaku usaha.

Kesannya ada kearah komersial padahal bangunan ini namanya dhuafa center dikhususkan untuk mengalihkan agenda penggunaan jalan , memudahkan masyarakat, tapi kenaikan tarif ini ke komersial. Mungkin bisa ditinjau kembali, dong tidak pake perda seharunya ada tarif, apabila itu masuk ke aset Pemkot. Misalnya, Gelora dan lapangan Salero itu tarifnya berapa, kemudian gedung dhuafa center itu aset Pemkot atau bukan,” cetusnya.(nty)

Tinggalkan Balasan