Menanti Duet FM-Mantap Jilid II Pada Pilkada 2020

0
201
Frans Manery dan Muchlis Tapi Tapi

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020,  kabupaten Halmahera Utara juga masuk dalam 8 daerah di provinsi Maluku Utara yang akan menggelar pemilihan kepala daerah.
Bahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merancang tahapan Pilkada serentak mulai berlangsung dari bulan Oktober 2019 hingga bulan September 2020 pemungutan dan perhitungan suara di TPS.
Sementara publik Halmahera Utara menunggu dan bertanya apakah Bupati Halmahera Utara Frans Manery (petahana) akan maju kembali berkompetisi di Pilkada 2020. Jika maju, apakah Frans akan berduet kembali dengan wakil bupati Halmahera Utara, Muchlis Tapi Tapi untuk melanjutkan karir sebagai kepala daerah ataukah akan terjadi pecah kongsi.
Pertanyaan publik sedikit mulai terjawab, Frans Manery yang tak lain adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Halmahera Utara memberikan sinyal bahwa dirinya siap untuk kembali berkompetisi di Pilkada 2020 mendatang, jika nantinya hasil survei menunjukan trennya bagus.
Kemudian, Frans juga mengungkapkan selama kurang lebih 4 tahun mengelola pemerintahan bersama wakil bupati Muchlis Tapi Tapi masih sangat harmonis, bahkan Frans memberi garansi jika nantinya Ia tidak maju sebagai calon bupati maka akan mendorong wakil bupati Muchlis sebagai calon bupati berikutnya.
Sementara itu, wakil bupati Muchlis Tapi Tapi hingga saat ini, belum menyatakan sikap maju melawan bupati.
Karena itu, Frans- Muchlis (FM-Mantap) diprediksi masih memiliki potensi terbuka berduet kembali di Pilkada 2020, Alasannya, masih adanya keinginan mempertahankan kembali berpasangan untuk melanjutkan kembali perjuangan pembangunan yang sudah dilaksanakan sebelumnya.
Memang, duet jilid II bagi daerah yang akan melaksanakan Pilkada sangat jarang terjadi apalagi di Maluku Utara. Pasalnya, selama ini yang nampak, biasanya kepala daerah dan wakilnya sudah pecah kongsi di periode kedua. Malah, ada yang sebelum habis periode pertama, sudah pecah kongsi duluan.
Jika duet FM Mantap kembali terjadi maka bisa berpeluang lebih besar di aspek elektabilitas karena selain berposisi sebagai petahana keduanya juga sudah berpengalaman.
Namun apabila terjadi pecah kongsi maka akan melahirkan gerakan-gerakan yang berdampak pada polarisasi partai atau pihak-pihak dari pendukung masing-masing. Alhasil, pertarungan sengit akan terjadi antara kedua figur tersebut, kita tunggu saja. (man)

Tinggalkan Balasan